Oh Tuhan. Kemanakah kemampuan berbahasa Indonesia saya akan pergi? Mungkin ini saatnya saya kembali memeluk identitas saya sebagai orang Indonesia dan mulai menulis dengan bahasa Indonesia lagi. Wahai pikiran, berhentilah berpikir dalam bahasa Inggris! Oh, tidak. Saya sudah terkena kutukan warga imigran yang terjepit dalam dua identitas. Berhenti berpikir dalam bahasa Inggris! Ah!
I think of my life as a quest to solve a puzzle, forming a beautiful rainbow in the end. It might not be easy, but I assure you that the entire process sounds like a soothing melody. This is my blog. This is my voice. This is my life. Enjoy!
Friday, April 1, 2011
Of identity
Saya baru sadar kalau semua artikel di blog saya berbahasa Inggris, padahal bahasa ibu saya adalah bahasa Indonesia. Dan ketika saya sedang mengetik, saya menyadari bahwa mengetik kalimat ini butuh waktu 2 kali lipat lebih banyak daripada mengetik bahasa Inggris; saya harus berpikir dua kali sebelum kata-kata dalam bahasa Indonesia muncul dengan koheren di benak saya. (Koheren itu kata serapan, kalau tidak salah? Saya berpikir dengan bahasa Inggris, kemudian benak saya menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Luar biasa mengagetkan!)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment